Selamat datang di kebarongan.my.id. Desa bersejarah yang subur dan damai di selatan kaki Gunung Slamet, tempat tradisi luhur kepesantrenan berpadu indah dengan kesuburan agrikultur legendaris Nusantara.
Tanah subur Kemranjen yang menghasilkan buah kelas dunia
Sebuah wilayah strategis di jalur utama Purwokerto - Yogyakarta. Menawarkan keindahan alam tropis pedesaan Banyumas dengan bentang alam berupa persawahan hijau, ladang subur, dan pemukiman yang asri.
Kebarongan berjarak sekitar 2 km dari ibukota Kecamatan Kemranjen, dan dapat ditempuh hanya dalam waktu 5 menit. Sangat strategis karena bersinggungan langsung dengan Jalan Raya Nasional utama.
Masyarakat Kebarongan hidup rukun berdampingan dalam tradisi kekeluargaan gotong-royong yang kuat. Secara administratif, wilayah ini terbagi menjadi 3 Dusun dengan totalitas puluhan RT dan RW.
Dengan total luas wilayah mencapai 473 Hektar, Kebarongan memiliki tanah darat (pemukiman & kebun) seluas 296 Hektar dan lahan persawahan basah subur seluas 177 Hektar.
Kebarongan berdiri di atas fondasi spiritualitas luhur sebagai desa santri sekaligus menjadi penopang ekonomi buah durian unggulan yang diakui secara nasional.
Didirikan oleh K.H. Muhammad Habib bin Nur Hamdani pada tahun 1878 M (1296 H). MWI (Madrasah Wathoniyah Islamiyah) bertransformasi dari sekadar masjid jami menjadi salah satu pondok pesantren modernis-reformis terkemuka di Indonesia yang melahirkan banyak ulama, kiai, dan intelektual muslim berkualitas.
Mulai dari MI (Ibtidaiyah), MTs (Tsanawiyah), hingga MA (Aliyah) berkualitas.
Memiliki asrama khusus putra (Umar & Abu Bakar) dan asrama putri (Aisyah & Khadijah).
"Memurnikan aqidah, mengamalkan syari'ah, berakhlak karimah, mencintai ilmu, dan menebarkan rahmat bagi alam." — Slogan PP MWI Kebarongan
Menggabungkan tradisi pengajaran khazanah Islam klasik dan sains sains modern terpadu.
Kebarongan adalah episentrum penghasil buah durian premium bertekstur tebal, manis legi berpadu sedikit rasa pahit alami yang khas, serta berwarna oranye keemasan. Salah satu spot agro-wisata terkenalnya adalah Taman Durian H. Badri yang menjadi buruan para kolektor buah durian nasional.
Durian persilangan varietas lokal dengan daging tebal dan biji kempes kecil.
Menyerap ratusan tenaga kerja pembibit, petani perawatan, dan eksportir buah.
Daging buah yang super legit, tebal, dan bernilai jual tinggi hingga pasar global.
Klik dan ketahui keistimewaan serta nilai historis masing-masing Grumbul (Kelompok Masyarakat) di Kebarongan.
Daftar Grumbul Terkenal:
Durian Bawor Kemranjen memiliki keistimewaan tersendiri dibanding durian jenis lain. Gunakan widget interaktif di samping untuk menguji pengetahuan Anda mengenai tingkat kematangan buah durian raja buah Banyumas ini!
Durian matang sempurna menyebarkan aroma khas manis-pahit yang menusuk hidung secara alami bahkan sebelum dibelah.
Bila diketuk dengan punggung pisau, durian matang mengeluarkan bunyi gema yang 'empuk' berongga, bukan bunyi 'cet-cet' yang padat.
Tangkai yang bergetah tipis namun terasa kokoh dan terlihat agak berserat kasar mengindikasikan buah jatuh matang dari pohon (bukan karbitan).
Gunakan slider di bawah untuk mensimulasikan tingkat kematangan buah!
Kulit buah berwarna hijau terang mengkilat, duri terasa sangat kaku dan tajam. Apabila diketuk berbunyi nyaring padat. Aromanya belum keluar dan daging buah masih keras berserat putih hambar.
Ketuk untuk mendengar simulasi bunyi buah durian
Mengintip kilasan kedamaian aktivitas, pemandangan bentang alam, serta warisan bersejarah yang dirawat dengan penuh kasih.
Lahan pertanian subur penopang ketahanan pangan utama di desa.
Senyum bahagia petani saat memanen durian premium berkualitas ekspor.
Menuntut ilmu agama demi masa depan bangsa yang harmonis.
Keterampilan tangan turun-temurun warga pengrajin di dusun Kebarongan.
Nilai persatuan yang tetap mengakar erat dalam kehidupan bersosialisasi.
Saksi bisu perkembangan panjang peradaban Islam di Kemranjen Banyumas.
Dukungan, Harapan & Cinta dari Mereka yang Tinggal
"Sebagai alumni PP MWI Kebarongan, saya sangat bersyukur atas lingkungan yang religius dan kental akan nilai ketauhidan murni. Ini bekal luar biasa bagi masa depan saya."
"Perkebunan Durian Bawor di Kebarongan kini sudah menjadi magnet ekonomi nasional. Kami sangat bangga tanah subur ini mampu melahirkan komoditas ekspor bernilai tinggi."
"Gotong royong di Kebarongan tak lekang oleh zaman. Kami hidup dalam harmoni antara tetua adat, santri, dan petani, menciptakan kehidupan sosial yang asri lahir batin."